search

Kamis, 06 Oktober 2011

CIRI-CIRI ORANG BERIMAN DAN TIDAK BERIMAN MENURUT AL-QUR'AN




1. QS.32/15 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami,
adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami),
mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka
tidak menyombongkan diri. 

2. QS.32/16 Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa
kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan
sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. 

QS.49/15 Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan
mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah
orang-orang yang benar 

Itulah 3 ciri orang beriman menurut al Quran, masih banyak lagi ciri-ciri
yang lain. 

3 ciri-ciri dari sekian banyak orang yang ngaku beriman, 
1. Ada juga ngaku beriman tetapi tatkala dibacakan ayat al Quran tidak mau
percaya dan Al Quran yang dibacakan itu tidak pernah berpengaruh pada
jiwanya. 

2. Banyak yang mengaku beriman tetapi kalau malam gaplean, clubing, nonton
bola sampai lupa sholat etc 

3. Banyak yang mengaku beriman tetapi alergi pada kata jihad... 
Kebanyakan manusia menganggap kalau secara pribadi manusia diajak untuk
berbuat 'kebaikan dan amal-amal sholeh' maka bangsa ini dengan sendirinya
akan menjadi bangsa yang baik yang berakhlak. 

Seolah pendapat itu benar, tetapi Allah tidak mengajarkan begitu. Dari ayat
alamnya juga menunjukkan kepada kita bahwa dalam systim yang jahil, sistem
yang materialis, maka akhlak akan larut menjadi tak bernilai manakala
manusia melaksanakan system itu. Contoh untuk masuk sebagai pegawai apakah
di swasta manupun dipemerintahan dan militer, seortang calon pegawai hanrus
menyediakan sejumlah uang untuk bisa masuk. Orang yang berakhlak baikpun mau
tidak mau harus meninggalkan akhlaknya bila menghendaki dapat diterima.
Kemudian setelah mereka diterima dengan gaji yang tidak seberapa,apakah
tetapui bisa mempertahankan diri untuk menjaga akhlaknya tatkala bekerja,
rasanya sangat sulit. 

Dengan demikian system yang jahil akan menjerumuskan manusia kepada
kejahilan. 

Allah menghendaki manusia menegakkan system yang haq yaitu Islam, dengan
sendirinya akhlak yang buruk akan menjadi baik karena hukum yang diterapkan
adalah hukum buatan Allah. Allah paling tahu hak azasi manusia, Allah paling
tahu keadilan yang pas buat manusia, Allah paling tahu akhlak yang pas buat
manusuia. 

Tanpa tegaknya siin Islam, maka manusia yang berakhlak mulia pun terpaksa
menjual akhkanya demi mengikuti system yang brelaku. Maka ayat alamnya :
Indonesia termasuk salah satu masyarakat terkorup didunia. Padahal mayoritas
masyarakat adalah mengaku Muslim, tetapi sayang tidak memiliki kemampuan
untuk menerapkan syariat Islam sebagai hukum bagi penganutnya. 

Banyak yang mengartikan Islam semaunya sendiri, padahal Allah sudah
menerangkan dengan sangat jelas 

QS.3/83 : Apakah diin (hukum/aturan) lain yang mereka cari selain diin
Allah. Padahal apa yang dilangit dan dibumi aslama (berserah diri) pada diin
(hukum/aturan) itu secara sukarela dan terpaksa. KepadaNyalah semua
dikembalikan. 

Berbicara Islam bukan berbicara aturan sembahyang, puasa, haji saja, tetapi
aturan bagaimana mengatur tatanan kehidupan manusia, bagaimana mengelola dan
mendistribusikan pendapatan, bagaimana mengelola sumber-sumber alam,
bagaimana mendidik manusia, bagaimana memelihara hukum Allah dll. Yang
semuanya itu bertujuan agar mizan (bebas ketakutan, aman, sejahtera, adil,
saling memberi rakhmat). 

Hukum Allah tidak mungkin dilaksanakan kalau tidak ada penguasa yang
menegakkannya, tidak ada rakyat yang mematuhinya tidak ada wilayah untuk
ditegakkannya. Hukum Allah tidak mungkin ditegakkan kalau manusia bersatu
didalam kemusyrikan yaitu membuat hukum sendiri, membuat standard kebenaran
dan keadilan sendiri. 

iman itu asal katanya dari 'aimana' artinya berjanji, atau melakukan suatu
ikatan. Setiap perjanjian dalam islam harus ada saksi, seperti orang nikah
harus ada saksi. Pertanyaannya kepada siapakah para sahabat pernah berjanji
dan siapa saksinya ? 

Iman (janji) diperlukan agar bisa scara syar'i (legal) beribadah kepada
Allah. Orang yang mengaku beriman adalah wajar apabila dia berusaha untuk
mengetahui ilmunya agar ibadahnya benar. 

QS.17/36 : jangan kamu mengikuti segala sesuatu tanpa mengetahui ilmunya.
Sesungguhnya fikiran, penglihatan dan pendengaranmu akan diminta tanggung
jawabnya. 

Jadi untuk beribadah kepada Allah, tanpa tahu ilmu yang terkandung dalam al
Quran, maka mustahil ibadahnya benar. 

Mungkin ia mati syahid atas orang yang dicintai (musyrik), bukan mati syahid
bagi Allah. 

Syahid adalah saksi, seorang saksi harus siap ditanyakan tentang
kesaksiannya. Kita ditugasi Allah untuk memahami al Quran supaya kita mahir
dalam melaksanakan penegakkan diin Islam, oleh karenanya kalau kita berniat
menjadi syahid Allah, maka mau tidak mau suka tidak suka harus mengerti ilmu
Allah (al Quran) supaya tatkala kita diminta tanggung jawab bisa
melaksanakan dengan sangat baik. 

QS.43/ 
34. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan
(begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya. 

35. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka).
Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan
kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. 

36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al
QurâEUR(tm)an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan
itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. 

37. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari
jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. 

38. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di
hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti
jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat
teman (yang menyertai manusia)". 

39. (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaâEUR(tm)at kepadamu
di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu
bersekutu dalam azab itu. 

40. Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau
(dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada
orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? 

41. Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan)
maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). 

42. Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah)
ancamkan kepada mereka (1). Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka. 

QS.43/43. Maka berpegang teguhlah kamu kepada diin yang telah diwahyukan
kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. 

QS.43/44. Dan sesungguhnya Al QurâEUR(tm)an itu benar-benar adalah suatu
kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan
pertanggungan jawab. 

Allah tidak mengajarkan agama apapun, yang diajarkan sejak Adam sampai
akapanpun adalah dinnul Islam, sebuah tatanan masyarakat yang didasari
ketaatan kepada hukum-hukum Allah. Manajemen masyarakat menurut Allah harus
dimanajemeni sebagaimana alam, dalam sisi mikro sebagaimana Allah
memenajemeni tubuh manusia. 

Orang banyak melakukan zikir dengan melantunkan asmaul husna, tetapi sungguh
sayang tidak mengerti makna sifar-sifat Allah. 

Mari kita kutipkan terjemahan al Quran berikut : 
QS.1/2 : Alhamdulillahirabbil 'alamin diterjemahkan sebagai : "Segala puji
bagi Allah, Tuhan semesta alam" 

Yang seharusnya Maha Terpuji bagi Allah, Robb semesta alam. 
Robb diterjemahkan sebagai Tuhan, tentu saja ini sebuah penyimpangan aqidah
yang besar. Robb tidak sama dengan Tuhan, Robb itu adalah Yang Maha
Mengatur, Yang Memandaikan, Yang Mendidik, Yang Memberi Hukum. 

Allah telah mengatur aktifitas alam ini dengan seluruh hukumNya, sehingga
aktifitas alam adalah aktifitas dalam mengabdi kepada Allah. Itulah alam
syahidallah, hanya manusia makhluk tersisa abad ini yang belum menjadikan
Allah Robb. 

Karena manusia kebanyakan menterjemahkan Robb dengan Tuhan, maka kebanyakan
manusia tidak merasa perlu untuk mengatur semua aktifitasnya berdasarkan
Hukum dari Robbnya. Mereka membuat aturan sendiri, membuat tandingan dari
aturan Allah. Itulah kemusyrikan yang paling besar manusia. Itulah yang
diluruskan oleh semua Rasul. 

Tetapi perjuangan Rasul telah dihianati oleh sebagian besar manusia, bahkan
oleh yang mengaku islam sendiri, dengan membuat robb-robb lain selain
Rubbubiyah Allah. 

Alhamdulillah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar